YunnyTouresiaYurdhiansyah

Yunny's posts with tag: articles

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag articles
Blog EntryNyanyian Sore Aug 12, '08 9:01 PM
for everyone

Sore yang cerah! Saya, dan dua orang sahabat dari Batam dan Yogya; Lina dan Ulfah rencananya akan memanfaatkan waktu rehat untuk hunting kuliner ke daerah Margonda, tak berapa jauh dari asrama kami di P4TK Srengseng Sawah. Dari asrama yang letaknya agak terpencil, kami harus berjalan kaki sekitar 300 meter menuju jalan besar, lalu melanjutkan perjalanan dengan angkot.

 

Ini adalah kali pertama saya naik angkot di Jakarta. Ternyata bentuk angkotnya persis seperti angkot yang ada di Sengata. Penumpang di belakang duduk saling berhadapan. Beberapa kali kami terpaksa menolak angkot yang berhenti, karena tidak memungkinkan untuk kami bertiga duduk di sisa tempat duduk yang ada. Lina menjadi penunjuk jalan, karena ia memang pernah menetap di ibukota. Sedangkan saya dan Ulfah, hanya nunut-nunut saja.

 

Beberapa kali angkot berhenti menaikkan penumpang. Kami harus duduk super hemat dengan jurus mengecilkan tubuh. Alhamdulillah, waktu itu tidak ada penumpang laki-laki, hingga kami bisa bebas duduk berhimpitan.

 

Tiba-tiba ketika angkot bergerak pelan karena jalan mulai macet, seorang pengamen kecil meloncat ke dalam angkot. Ia lalu duduk di kursi kayu tepat di belakang supir menghadap pada kami. Tak berapa lama seorang lagi ikut meloncat masuk, namun karena sudah tidak ada tempat duduk, ia lantas duduk di depan pintu angkot.

 

Saya meminta Lina untuk mengabadikan sosok kecil itu dengan kamera sakunya. Awalnya ia menolak karena takut si pengamen tidak suka. Namun karena saya merengek terus, akhirnya ia mengambilkan gambarnya juga untuk saya. Jazakallah, yaaa ;)

 

Penampilan dua pengamen kecil itu sungguh menarik perhatian saya. Rambut acak-acakan berwarna biru dan merah terang dengan kedua telinga di tindik dipasangi ring besar warna hitam. Gaya punk yang sungguh tidak cocok dengan anak seusia mereka. Dengan gitar kecil dan kerincing sebagai senjata, mereka mendendangkan lagu untuk kami, penumpang angkot menuju Margonda.

“ Permisi kepada pak supir. Selamat sore para penumpang sekalian.. “ ujar pengamen kecil yang duduk tepat menghadap ke arah kami. Suaranya nyaring namun sedikit parau. Mungkin pita suaranya mulai serak karena kebanyakan sudah lagu yang di keluarkannya. Lalu dengan petikan gitar kecil dan iringan kerincingan yang dibunyikan temannya, ia mulai angkat suara bernyanyi.

Aku mentari tapi tak menghangatkanmu
Aku pelangi tak memberi warna di hidupmu
Aku sang bulan tak menerangi malammu
Akulah bintang yang hilang ditelan kegelapan

Bla..bla..bla…

 

Hanya satu bait itu yang sempat terekam dalam ketikan jari saya di hp. Selanjutnya saya hanya tenggelam dalam curi pandang kepada sosok pengamen kecil tersebut.

Ia begitu bersemangat mengeluarkan suara. Menghasilkan bunyi serak yang melengking. Jauh dari kata indah. Sebagian penumpang lain nampak cuek dengan kehadiran mereka. Mungkin sudah terlalu sering mereka bertemu dengan pengamen-pengamen kecil diatas angkot. Berbeda dengan ‘orang asing’ seperti saya, yang malah terpaku memperhatikannya. 

 

Belum pernah saya menjumpai ada pengamen kecil seperti mereka di Sengata. Hanya beberapa dewasa bergitar yang bernyanyi di wilayah Town Hall, tempat sentra jajanan satu-satunya di Sengata. Itupun hadirnya hanya pada hari – hari tertentu, biasanya malam minggu atau hari libur lainnya. 

 

Ada gores pilu dalam hati, ketika melihat sosok kecil seperti mereka harus turut berlari mencari rezeki. Apalagi dengan penampilan yang menurut saya, sungguh tidak pantas untuk ukuran mereka. Inikah yang dinamakan kehidupan kejam ibukota? ketika untuk mencari rezeki sudah tidak ada lagi batasan usia? 

 

Saya terhentak ketika si pengamen kecil yang di depan pintu tiba-tiba menyodorkan bungkus permen kehadapan saya. Rupanya lagu telah selesai dan saatnya meminta bayaran atas nyanyian mereka. Saya menyodorkan lembaran rupiah ke dalam kantong yang terdapat beberapa logam ratusan, pemberian penumpang lainnya. Ketika melihat lembaran dari saya, matanya langsung berbinar dan senyum lebar muncul di bibirnya. “Terima kasih, bu…” ujarnya kegirangan.

 

Setelah mengedarkan kantong bekas permen tersebut, kedua anak pengamen itu lalu berloncatan keluar sambil tertawa-tawa. Sibuk nampaknya mereka menghitung jumlah rezeki di tangan yang tentunya tidak seberapa.

 

Saya dan kedua sahabat akhirnya tiba di tempat tujuan. Menikmati sore sambil menyantap mie Aceh yang rasanya sangat istimewa. Entah mengapa, saya tetap saja merasa ada yang kurang. Masih ada pilu di sudut hati ketika bayangan sosok kecil yang saya jumpai dalam angkot tadi perlahan berkelebat. Saya bermohon padaNya, semoga suatu hari nanti, ada nyanyian indah yang dapat mereka lantunkan tanpa harus berkeliaran di jalanan seperti sore ini. Amiin.

 

 

* untuk dua sahabatku di FLP; Lina dan Ulfah. Really miss u, ukhti! Terima kasih telah mengajakku ‘berkelana’.


Blog EntrySampaikanlah walau hanya satu ayat ...Jun 11, '08 10:24 PM
for everyone

Seorang Fadhlier telah memposting artikel saya yang berjudul "Dan Yahudipun tertawa", yang pernah dimuat di eramuslim.com bulan lalu, membuat saya tak sengaja singgah ke situs yang bernama KasKus, The largest Indonesian Community, kemarin. Comment yang berderet di bawah artikel yang diposting tersebut, sungguh menarik perhatian saya. Berikut adalah isi comment yang mereka berikan, sengaja saya copy agar sesuai dengan bahasa yang mereka keluarkan. Saya juga menuliskan beberapa baris perasaan spontan saya ketika membaca tulisan mereka.

 

 

coba saya cek dolo yah

[comment yang pertama].

just one word....

kelaut lah arab kek gitu....

[ comment yang kedua] Dahi saya agak berkerut ketika membacanya. Maksudnya yang disuruh ke laut Arab siapa, ya? Yahudinya?

[b]HARIII GIIINIIII????....[b]

[ comment yang ketiga, nih]. Mungkin maksudnya hari gini, koq masih ada yang baru woro2 untuk boikot ? entahlah...

Duuuh, perut gua udah melilit kelaparan nih.
Sudah melarat.

Buat TS, kalo mau boikot produk Yahudi, jangan pakai komputer ente.
Mati aja loe Arab !!!!

[ Comment selanjutnya] Agak bingung juga. Maksudnya g boleh pake kompi karena termasuk produk Yahudi. Trus, Arab yang di suruh mati siapa yaaa?

Ga usahlah boikot produk2 yahudi.
Lagian ga ada ngaruhnya.
Cuma geli2 gatel doang.

[ comment selanjutnya lagi] Nampak bahwa dia agak alergian. terbukti dengan membaca artikel saya tentang boikot produk2 Yahudi, dia kegelian and gatel-gatel... ;)


Mending doain aja nuklir Iran tepat sasaran.

[next comment] Sepertinya kita banyak yang salah sangka. Ahmadinejat sendiri pernah menjelaskan, bahwa niat Iran ingin mengembangkan nuklir bukan untuk urusan perang-perangan seperti yang ditakutkan Amerika dan sekutunya.

Semoga Orang kayak GIni
CEPAT MATI........................

[ comment yang lain] Maksudnya yang cepat mati, siapa ya? semoga saja maksudnya para Yahudi Laknatulloh!

Quote:

Originally Posted by LightGriever

Ga usahlah boikot produk2 yahudi.
Lagian ga ada ngaruhnya.
Cuma geli2 gatel doang.

Mending doain aja nuklir Iran tepat sasaran.

bentoell !!!
[ comment yang selanjutnya] Mm...penyakit alerginya mungkin sama...

kagak penting banget nih thread

[ comment selanjutnya lagi..]  Saya berharap, hanya segelintir orang yang menganggap aksi boikot produk Yahudi ini gak penting...

Wah Mulai dah FC

[ comment yang lainnya]  Nah loh! ketahuan kan, kita2 banyak yang mengira kalo produk2 Yahudi itu cuma ayam goreng. Padahal, banyak bangeeettt loh yg lainnya. Makanya, ayo buruan buka situs produk Yahudi, biar kita tahu mana2 aja produk mereka.

Oi kedan, pikirkan Rakyatmu itu. Capek kali kau mikir orang lain.... Pake Boikot segala.. Emang sanggup. Jernihkan pikiranmu, dewasalah. Kejar ketertinggalanmu. Jangan pula bangsa inipun capek mikirin kau. Memang kedalian harus ditegakkan, cuman liat dulu samping kanan kirimu apa sudah adil bagi yang lain dari mu... ke ke kau inilah yang bikin bodoh terus pikiran bangsa ini.

[ Comment yang selanjutnya lagi] kedan itu artinya apa ya? btw, entah untuk siapa ucapan itu ia tuliskan. Mungkin untuk dirinya sendiri. Wallahu'alam.

gw doain nuklir iran cepet jadi

[comment yang lain ] Insya Alloh, semoga dengan selesainya project nuklir Iran, banyak kebaikan yang dapat tercipta... 

mulailah dari diri anda sendiri

[ comment selanjutnya]. Insya Alloh. Terima kasih telah mengingatkan. Memang ini konsistensi yang harus kita lakukan. Sebelum mengajak orang lain, diri sendirilah yang harus bergerak. Sebisanya! Mulailah dari hal yang kecil, dan mulai saat ini... 

yah.. pernahkah kalian sadar kalau ada 100 PRT asal indonesia di tahan di Negara2 arab sana... Lontohlah

[ comment yang lain lagi] Insya Alloh untuk urusan TKI yang bekerja di luar negeri memang banyak. Miris juga bila mengingat banyak dari mereka yang harus mengalami siksaan para majikannya. Tapi kalo ada 100 orang yg ditahan di negara2 Arab, saya sendiri baru dengar ini. Semoga yang comment ini berkenan memberi tahu kita tentang kebenaran beritanya ini, sehingga pemerintah dapat langsung bergerak untuk membebaskan 100 orang yg ditahan tersebut...

sori kalo gw bilang gini,....


TS NYA BEGO!!!!!KELAUT AJA LO!!!!!!!

ngapain urusin negara orang...tuh mendingan urusin sodara2 miskin kita di indonesia...
dah makin melarat gara2 BBM naek!!!!
boikot...boikot....bego lu..!!!!


sekali lagi TS BEGOO!!!!!!!perlu gw kasih pukulan!!!!!!!

 

[ Comment yang terakhir] Nampaknya ia sangat marah dan bersemangat. Mungkin karena keadaan yang semakin menghimpit rakyat. Pemerintah kita memang sedang disibukkan dengan beragam keputusan dan aturan yang membuat orang miskin semakin banyak. Harga2 yang semakin tinggi melejit dan tak terkejar. Semoga, kemiskinan raga yang mendera kita, tak membuat hati dan perasaan kita juga ikut miskin dan melarat. Insya Alloh!

 

 

 

Subhanalloh! begitulah comment yang mereka berikan. Saya sadar, di era reformasi seperti sekarang, kebebasan berbicara dan berpendapat memang tidak ada larangannya. Beragam isi dan kalimat bisa terlontar dalam berbagai bahasa. Tergantung hati dan niatnya. Saling adu tulisan dan argument memang tak ada habisnya. Juga tak akan membuat keadaan lantas semakin membaik. Tindakan nyata, adalah yang terpenting. Yang pasti, niat baik jangan pernah surut, derap langkah jangan pernah berhenti menapak.

 

Satu pesan singgah di multiply saya, dari seorang sahabat, seolah memberi kekuatan. Beliau bercerita tentang pengalamannya ketika ikut demo turun ke jalan untuk memperingati intifadhoh. Ada sahabat beliau yang bertanya dengan sinis: "Ngapain turun ke jalan? Emangnya bisa ngusir Yahudi!". Beliau menjawab.   "Benar, bahwa sekedar turun ke jalan enggak bakal bisa ngusir Yahudi. Tapi dia salah kalau turun ke jalan dianggap tidak berguna. Saya pikir, setidaknya kita sudah menyuarakan sikap kita. Dengan turun ke jalan, buat tulisan (seperti yang ukhtiy lakukan), dan memboikot produk-produknya.

Beliau juga menambahkan, " Tapi itulah kita. Kadang-kadang malah ribut sesama muslim ...
Tapi intinya tetap sama: setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban sesuai kapasitas yang Allah berikan untuk kita...

Alangkah indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk saling mengingatkan. Sampaikanlah kebaikan itu, walaupun hanya satu ayat ( Al hadist). Wallahu'alam bisshowab.

 



 

 

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.